Larangan Puasa Hari Tasyrik setelah Idul Adha 2026, Ini Hikmahnya
teknologi

Larangan Puasa Hari Tasyrik setelah Idul Adha 2026, Ini Hikmahnya

Tribun Newsβ€’7 jam laluβ€’πŸ‘ 1 viewsπŸ€– AI Rewritten

Umat Muslim dilarang menjalankan puasa selama tiga hari Hari Tasyrik setelah Idul Adha 2026 yang jatuh pada 27 Mei. Larangan ini didasarkan pada ketentuan syariat agar umat menikmati hidangan dan memperbanyak dzikir kepada Allah.

Umat Muslim dilarang berpuasa pada Hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari setelah Idul Adha 2026. Larangan ini berlaku bagi seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia pada 28, 29, serta 30 Mei 2026 yang bertepatan dengan 11, 12, dan 13 Dzulhijjah 1447 H. Idul Adha sendiri jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 atau 10 Dzulhijjah 1447 H. Pelarangan tersebut muncul karena Hari Tasyrik memang ditetapkan sebagai waktu untuk makan, minum, dan menampakkan kegembiraan sekaligus memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Hari Tasyrik dikenal sebagai momen umat Islam menikmati hidangan dan melanjutkan penyembelihan serta pembagian hewan kurban. Pada hari-hari tersebut suasana kebersamaan terasa kuat karena daging kurban dibagikan kepada keluarga, tetangga, hingga masyarakat yang membutuhkan. Islam menganjurkan umat Muslim untuk makan dan minum sebagai bentuk syiar dan ungkapan syukur atas nikmat Allah SWT. Karena itulah puasa pada Hari Tasyrik menjadi sesuatu yang dilarang.

Meski demikian, masih banyak masyarakat yang penasaran mengenai alasan di balik larangan puasa saat Hari Tasyrik setelah Idul Adha. Tidak sedikit pula yang mencari penjelasan tentang hikmah dan dasar hukum terkait larangan tersebut. Pembahasan mengenai puasa di Hari Tasyrik selalu menarik perhatian menjelang Idul Adha karena berkaitan erat dengan tata cara ibadah dan adab dalam merayakan hari besar Islam.

Berdasarkan Buku Panduan Praktis Amalan Ibadah di Bulan Dzulhijjah, hari tasyrik adalah hari ke-11, ke-12, dan ke-13 bulan Dzulhijjah. Dinamakan hari tasyrik karena manusia pada hari itu membagi-bagikan sembelihan dan hadiah. Hari tersebut merupakan hari yang mempunyai keutamaan. Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 203, β€œDan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.” Imam al-Qurtubi mengatakan bahwa tidak ada perselisihan di kalangan ulama bahwa hari yang berbilang pada ayat ini adalah hari-hari Mina yaitu hari tasyrik.