Lupus Tak Bisa Disembuhkan, Tapi Bisa Dikendalikan dengan Terapi di Indonesia
kesehatan

Lupus Tak Bisa Disembuhkan, Tapi Bisa Dikendalikan dengan Terapi di Indonesia

Tribun News26 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Lupus tidak bisa disembuhkan total tetapi dapat dikendalikan agar pasien tetap produktif. Pengobatan lengkap termasuk terapi modern sudah tersedia di Indonesia.

Penyakit lupus sebagai penyakit autoimun kronis yang tidak dapat disembuhkan secara total menjadi sorotan dalam konferensi Hari Lupus Sedunia di Jakarta Selatan pada Selasa (26/5/2026). Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, menjelaskan bahwa tujuan utama terapi adalah mencapai remisi agar tidak merusak organ tubuh. Keterlambatan diagnosis yang bisa mencapai enam tahun menjadi alasan utama mengapa penyakit ini sering terdeteksi terlambat sehingga membahayakan pasien.

Lupus dikenal sebagai penyakit berwajah seribu karena gejalanya yang beragam dan sulit dikenali sejak awal. Kondisi pasien bisa membaik dalam fase remisi namun sewaktu-waktu dapat kambuh aktif kembali. Pengendalian peradangan menjadi kunci agar organ vital seperti ginjal, jantung, paru, dan sistem saraf tidak mengalami kerusakan permanen.

Sekitar 50 persen pasien lupus berisiko mengalami kerusakan organ dalam lima tahun setelah diagnosis. Gangguan organ inilah yang menjadi penyebab utama kondisi fatal pada penderita. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang bersifat permanen dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pengobatan lupus kini tersedia lengkap di Indonesia tanpa perlu ke luar negeri, meliputi kortikosteroid, hydroxychloroquine, imunosupresan, hingga anifrolumab. Anifrolumab bekerja menekan interferon tipe 1 yang berperan dalam proses peradangan. Meski demikian, penggunaan kortikosteroid jangka panjang masih menimbulkan efek samping seperti kenaikan berat badan, jerawat, osteoporosis, dan gangguan kardiovaskular.