Mendikdasmen Pastikan Pendidikan di Pulau Arar Papua Barat Daya Maju
politik

Mendikdasmen Pastikan Pendidikan di Pulau Arar Papua Barat Daya Maju

Tribun News8 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Menteri Abdul Mu’ti menegaskan tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan pendidikan karena tinggal di daerah terpencil. Pemerintah memprioritaskan revitalisasi sekolah di Papua Barat Daya beserta lima model layanan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan di wilayah terpencil seperti Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya tidak boleh tertinggal. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan ke Pulau Arar untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang layak. Langkah tersebut diambil karena pemerintah ingin memenuhi amanat konstitusi agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena faktor ekonomi, intelektual, fisik, maupun letak geografis.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa sekolah di wilayah 3T serta sekolah rusak berat menjadi prioritas program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memperkuat lima model layanan pendidikan yaitu pendidikan jarak jauh, sekolah satu atap, sekolah terbuka berbasis komunitas belajar, pendidikan kesetaraan, serta kursus dan pelatihan. Model-model ini dirancang agar bisa menyesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya mengatakan kunjungan menteri ke Pulau Arar merupakan momen bersejarah karena baru pertama kali terjadi. Ia menyebut provinsi tersebut memiliki sekitar 160 ribu peserta didik, lebih dari 1.200 sekolah, dan sekitar 10 ribu guru yang tersebar di lebih dari 900 kampung. Tantangan pemerataan pendidikan di wilayah ini memerlukan dukungan bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

Murid SMA Unimuda Pulau Arar, Meske Salomina Sosir, mengaku sangat gembira setelah ruang kelasnya direnovasi melalui program revitalisasi. Sebelumnya banyak murid enggan datang karena bangunan sekolah rusak dan tidak nyaman. Kini setelah pembangunan selesai satu bulan lalu, ia dan teman-temannya sudah aktif belajar setiap hari dan merasa lebih semangat mengejar cita-cita.