Mengapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Saat sakit, tubuh mengalihkan energi untuk melawan infeksi sehingga nafsu makan menurun. Studi di jurnal Nature mengungkap peran sistem imun dan hormon dalam perubahan ini.
Jakarta, 27 Mei 2026. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature mengungkap alasan mengapa nafsu makan seseorang hilang saat sakit. Profesor fisiologi dari University of California San Francisco (UCSF), David Julius, menjelaskan bahwa sistem imun berkoordinasi dengan sistem saraf untuk mengubah perilaku tubuh termasuk soal makan. Hal ini terjadi karena tubuh memprioritaskan pertahanan melawan penyakit daripada proses pencernaan normal. Kondisi tersebut dialami banyak orang ketika mengalami demam, pilek, atau infeksi lainnya.
Tubuh memasuki mode bertahan saat sakit sehingga energi yang biasanya untuk mencerna makanan dialihkan ke sistem imun. Ahli gastroenterologi Valentine Ongeri Millien menyatakan bahwa proses pencernaan diperlambat karena dianggap tidak terlalu penting sementara waktu. Akibatnya rasa lapar menurun dan makanan terasa kurang menggugah selera. Tubuh juga memproduksi zat imun bernama sitokin yang memengaruhi saraf vagus untuk menekan nafsu makan.
Hormon lapar seperti ghrelin dan leptin menjadi tidak seimbang selama infeksi berlangsung. Dokter penyakit dalam Supriya Rao menjelaskan bahwa ghrelin berfungsi memicu rasa lapar sedangkan leptin membantu tubuh merasa kenyang. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan penurunan hormon ghrelin justru membantu sistem imun bekerja lebih efektif melawan infeksi.
Indra penciuman dan perasa berubah saat seseorang sakit sehingga makanan terasa tidak menarik. Perubahan ini membuat bahkan makanan favorit pun bisa terasa hambar atau menimbulkan rasa enek. Mekanisme biologis tersebut merupakan cara tubuh untuk menghemat energi selama proses pemulihan dari penyakit.