Pemkab Wonosobo Kejar Penurunan Zero Dose dengan Sasaran 12.548 Anak 2026
Pemkab Wonosobo menggelar kegiatan peningkatan kapasitas lintas sektor guna menekan angka zero dose imunisasi. Sebanyak 12.548 anak menjadi sasaran imunisasi pada 2026 setelah dilakukan penyesuaian data.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Lintas Sektor dalam Strategi Mobilisasi Masyarakat untuk Penurunan Zero Dose Imunisasi pada Selasa (26/5/2026) di Hotel Front One Wonosobo. Kegiatan ini digelar untuk mempercepat penanganan anak yang belum mendapat imunisasi sama sekali. Langkah tersebut diambil karena kondisi zero dose masih menjadi tantangan serius di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo Jaelan menjelaskan bahwa zero dose merujuk pada anak yang sama sekali belum memperoleh suntikan vaksinasi dasar. Hingga April 2026, sebanyak 1.607 anak atau 38,4 persen dari total sasaran belum mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib dosis pertama. Anak-anak tersebut berisiko terserang penyakit berbahaya seperti difteri, pertusis, dan tetanus.
Cakupan imunisasi dasar lengkap di Wonosobo terus menurun dalam dua tahun terakhir. Pada 2023 capaian masih di atas 90 persen, namun turun menjadi 66,75 persen pada 2024 dan kembali merosot ke 58,7 persen pada 2025. Setelah pemetaan ulang bersama Pusdatin Kementerian Kesehatan dan Clinton Health Access Initiative, jumlah sasaran imunisasi 2026 disesuaikan menjadi 12.548 anak.
Kecamatan Kalikajar tercatat sebagai wilayah dengan tingkat zero dose tertinggi, khususnya di Puskesmas Kalikajar 1 sebanyak 91 anak atau 52,69 persen dan Kalikajar 2 sebanyak 99 anak atau 49,58 persen. Sapuran menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan 126 anak zero dose, disusul Wonosobo 1 sebanyak 121 anak dan Mojotengah 115 anak. Masalah utama berasal dari akses layanan serta fenomena drop out, di mana orang tua hanya membawa anak imunisasi sekali lalu tidak melanjutkan.