PNM Salurkan Hewan Kurban ke 18 Cabang Rayakan Idul Adha
PNM melaksanakan program PNM Bersyukur dan Berkurban dengan menyalurkan hewan kurban di 18 cabang dan pusat Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian peringatan HUT ke-27 perusahaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.
Momentum Idul Adha dimanfaatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk menyalurkan hewan kurban secara serentak. Perusahaan melakukan kegiatan ini melalui program PNM Bersyukur dan Berkurban di 18 cabang. Penyaluran dilakukan pada Rabu, 27 Mei 2026 di berbagai wilayah operasional PNM. Langkah tersebut diambil untuk memperkuat semangat berbagi sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat sekitar area layanan perusahaan.
Di tingkat pusat, PNM memotong dua ekor sapi kurban di kawasan Menara PNM, Jakarta. Daging hasil pemotongan kemudian didistribusikan kepada sekitar 500 penerima manfaat yang terdiri dari warga sekitar, pelaku UMKM, dan masyarakat yang beraktivitas di lingkungan Menara PNM. Program ini disebut sebagai wujud rasa syukur perusahaan atas kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian rangkaian peringatan HUT PNM ke-27 dengan tema "Bersama di Setiap Langkah, Menemani di Setiap Perjuangan."
Tema peringatan tersebut menegaskan komitmen PNM untuk hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga melalui kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini PNM menghadirkan semangat Idul Adha sebagai ruang saling berbagi dan mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar. Bagi PNM, keberadaan perusahaan tidak hanya diukur dari layanan kepada nasabah, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung masyarakat di wilayah kerja.
Sule, pedagang ketoprak di depan Menara PNM, menyampaikan terima kasih atas daging kurban yang diterima. Ia menilai bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang berarti pada momentum Idul Adha. Apresiasi serupa disampaikan Suryadi, Kepala Desa Petungsinarang di wilayah PNM Cabang Wonogiri, yang menyatakan bantuan sapi kurban membantu memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus dirasakan langsung oleh masyarakat desa.