Saran Dokter: Jangan Makan Daging Kurban Berlebih demi Hindari GERD
kesehatan

Saran Dokter: Jangan Makan Daging Kurban Berlebih demi Hindari GERD

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Dokter mengingatkan agar tidak mengonsumsi daging kurban secara berlebihan saat Idul Adha karena dapat memperberat pencernaan dan memicu rasa tidak nyaman. Proses pencernaan protein daging membutuhkan waktu hingga lima jam sehingga berisiko menimbulkan begah, kembung, dan gejala asam lambung.

Sebagian masyarakat khawatir mengalami kambuhnya GERD setelah menyantap olahan daging kurban saat perayaan Idul Adha. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyanto, SpPD-KGEH, memberikan penjelasan terkait hal tersebut pada Kamis, 28 Mei 2026. Ia menekankan bahwa keluhan tersebut berkaitan dengan jumlah konsumsi dan lamanya proses pencernaan daging dibandingkan makanan lain. Peringatan ini disampaikan agar masyarakat tidak makan daging secara berlebihan selama hari raya.

Menurut dr Aru, rasa begah dan kembung setelah makan daging terjadi karena proses pencernaan protein yang lebih berat dan membutuhkan waktu lebih lama. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging akan dicerna di lambung dalam waktu yang lebih panjang dibandingkan karbohidrat. Ia menyebutkan bahwa dibutuhkan waktu sampai lima jam agar daging dapat diolah sepenuhnya di sistem pencernaan. Akibatnya, orang yang banyak mengonsumsi daging sering mengalami konstipasi serta perut terasa penuh dan begah.

Dr Aru menegaskan bahwa GERD sebenarnya tidak secara langsung disebabkan oleh konsumsi daging itu sendiri. Namun, makan dalam jumlah terlalu banyak tetap bisa memperberat kerja saluran cerna dan memicu rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Kondisi ini kemudian dapat menimbulkan keluhan begah, kembung, maupun gejala asam lambung naik. Ia menjelaskan bahwa pencernaan harus bekerja lebih keras ketika jumlah daging yang dikonsumsi meningkat.

Selain itu, dr Aru juga menyarankan agar masyarakat mengonsumsi serat yang cukup selama periode Idul Adha. Kehadiran serat akan membantu pencernaan bekerja lebih baik saat mengolah protein dari daging dalam jumlah lebih banyak. Dengan cara ini, tubuh dapat mengurangi risiko timbulnya ketidaknyamanan pada saluran cerna.