SIM Digital Resmi Meluncur dengan Barcode Ubah Tiap 10 Detik
SIM Digital hadir dengan fitur barcode yang berubah setiap 10 detik guna mencegah pemalsuan. Layanan ini juga terintegrasi dengan ETLE Drone yang mampu memotret wajah pengemudi secara langsung.
SIM Digital resmi diperkenalkan sebagai inovasi baru dalam administrasi lalu lintas Indonesia. Peluncuran ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan dokumen SIM sekaligus mendukung penegakan hukum melalui teknologi. Fitur utamanya berupa barcode yang berubah setiap 10 detik agar tidak mudah dipalsukan. Sistem ini juga dikaitkan dengan ETLE Drone yang langsung mengambil foto wajah pengemudi di lapangan.
Kakorlantas menegaskan bahwa anggota Polantas harus berperan sebagai pahlawan keselamatan di jalan raya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian peluncuran SIM Digital dan integrasinya dengan perangkat ETLE. Upaya ini diharapkan dapat menekan pelanggaran lalu lintas secara lebih efektif. Semua pihak diimbau untuk mendukung program tersebut agar keselamatan berkendara semakin baik.
Operasi Patuh 2026 direncanakan mulai berjalan pada 8 Juni dengan fokus pada pelanggaran pelat nomor. Program ini akan memanfaatkan teknologi SIM Digital untuk mempercepat proses identifikasi pelanggar. Integrasi dengan drone ETLE memungkinkan penindakan dilakukan secara real time tanpa harus menghentikan kendaraan. Langkah tersebut diambil guna menciptakan disiplin berlalu lintas yang lebih baik di seluruh wilayah.
Masyarakat diharapkan segera beralih ke SIM Digital untuk menikmati kemudahan dan keamanan yang ditawarkan. Barcode dinamis serta kemampuan foto wajah oleh drone menjadi nilai tambah yang membedakan SIM ini dari versi konvensional. Pemerintah melalui Korlantas Polri berkomitmen memperluas implementasi teknologi ini secara bertahap. Dengan demikian, upaya pencegahan pemalsuan dan peningkatan keselamatan dapat tercapai secara optimal.