Wamenhaj: Fase Haji di Mina Paling Menguras Energi Jemaah
teknologi

Wamenhaj: Fase Haji di Mina Paling Menguras Energi Jemaah

Tribun News7 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan tantangan di Mina lebih kompleks karena aktivitas padat dan membutuhkan kondisi fisik prima. Sebanyak 751 petugas disiagakan untuk mendampingi jemaah selama mabit dan lempar jumrah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan fase haji di Mina paling menguras energi jemaah. Pernyataan itu disampaikan Dahnil saat meninjau pelayanan kesehatan jemaah Indonesia di Mina, Arab Saudi, pada Kamis (28/5/2026). Fase tersebut membutuhkan mobilitas tinggi serta kedisiplinan jemaah dan petugas agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar. Menurut Dahnil, tantangan di Mina lebih kompleks dibanding fase haji lainnya karena aktivitas jemaah sangat padat.

Dahnil menilai peran petugas kesehatan dan pendamping jemaah menjadi sangat penting untuk memastikan proses ibadah aman. Ia mengecek langsung kerja tim kesehatan dalam melayani jemaah yang melakukan mabit dan lempar jumrah. Menurutnya, Mina menuntut pergerakan yang cukup menguras tenaga serta membutuhkan kerja sama jemaah untuk menaati aturan. Dahnil menekankan bahwa kondisi fisik prima menjadi syarat utama selama berada di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff mengatakan seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah. Pergerakan terakhir dari Arafah ke Muzdalifah berlangsung pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses dari Muzdalifah ke Mina selesai pukul 07.00 waktu Arab Saudi. Area Muzdalifah kemudian dinyatakan steril. Setibanya di Mina, jemaah melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah.

Saat ini fokus pelayanan diarahkan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina, khususnya pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik. Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di Mina dan ditempatkan di tenda-tenda jemaah serta sejumlah pos layanan sepanjang jalur menuju Jamarat. Selain itu, petugas juga disiapkan untuk berjaga di Masjidil Haram. Mereka dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah.