Wamentan Sudaryono Pastikan PT DSI Tak Ambil Untung Ekspor Sawit
Wamentan Sudaryono menyatakan PT DSI berperan sebagai pengelola dan pengawas ekspor sawit satu pintu tanpa mengambil untung. Masa transisi kebijakan ini berlangsung 1 Juni hingga 31 Agustus 2026 sebelum penerapan penuh pada 2027.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI tidak mengambil keuntungan maupun biaya tambahan dari kegiatan ekspor sawit. Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi perwakilan serikat petani sawit di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Sudaryono menjelaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu melalui DSI diterapkan secara transparan dan akuntabel untuk mencegah praktik kecurangan oleh eksportir besar. Ia meminta petani sawit rakyat maupun swadaya tidak perlu khawatir terhadap implementasi kebijakan pemerintahan Prabowo tersebut.
Menurut Sudaryono, peran utama PT DSI hanyalah mengelola dan mengawasi proses ekspor sumber daya alam agar berjalan sesuai aturan. Segala keuntungan dari transaksi ekspor tetap diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing eksportir tanpa ada pemotongan tambahan. Ia menjamin tidak ada isu pengambilan untung oleh DSI karena lembaga tersebut tidak memiliki kewenangan untuk memungut biaya atau margin dari transaksi.
Kebijakan ekspor satu pintu tidak langsung diberlakukan penuh pada 1 Juni 2026. Pemerintah justru menetapkan masa transisi selama tiga bulan, yaitu dari 1 Juni hingga 31 Agustus 2026, untuk mengevaluasi pelaksanaannya. Selama periode tersebut, kegiatan ekspor sawit oleh komunitas tetap berjalan seperti biasa sebelum dilakukan penilaian menyeluruh.
Sudaryono menambahkan bahwa implementasi penuh baru akan dimulai pada 1 September 2027 setelah sejumlah perusahaan sawit siap menyerahkan proses ekspornya kepada PT DSI. Pada 1 Januari 2027, seluruh eksportir sawit diharapkan sudah mengikuti mekanisme tersebut secara efektif. Langkah ini diambil agar transisi berlangsung mulus tanpa mengganggu aktivitas ekspor yang sedang berjalan.