Wamentan Sudaryono: Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 800 Ribu Ekor
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut stok hewan kurban 2026 surplus 800 ribu ekor. Data menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dan rekor pengumpulan di lingkungan Kementerian Pertanian.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional pada tahun 2026 berada dalam kondisi aman dengan surplus yang signifikan. Berdasarkan data yang dilaporkan, jumlah hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor sementara kebutuhan hanya sekitar 2,4 juta ekor sehingga terdapat kelebihan sebanyak 800 ribu ekor. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu 27 Mei 2026 saat kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta untuk menunjukkan bahwa pasokan ternak nasional dalam kondisi baik di tengah tantangan ekonomi global.
Sudaryono menegaskan bahwa kondisi surplus ini mencerminkan rahmat yang diberikan kepada bangsa Indonesia meskipun terjadi berbagai kesulitan di tingkat global. Ia mengatakan bahwa di saat banyak negara menghadapi konflik, Indonesia masih mampu menjaga ketahanan pangan dan partisipasi masyarakat dalam ibadah kurban tetap meningkat. Menurutnya hal ini perlu disyukuri bersama karena menandakan pertumbuhan ekonomi yang positif.
Data dari iSIKHNAS menunjukkan tren peningkatan jumlah pemotongan hewan kurban dari tahun ke tahun. Pada 2025 tercatat sebanyak 2.268.764 ekor atau naik 11,5 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 2.033.995 ekor. Optimisme juga terlihat dari pelaksanaan kurban di lingkungan Kementerian Pertanian yang mencatat rekor tertinggi dengan 49 ekor hewan terdiri atas 41 ekor sapi dan 8 ekor kambing pada 2026.
Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, pejabat kementerian, mitra kerja, BUMN, serta HKTI yang menyalurkan 15 ekor sapi. Untuk memastikan proses penyembelihan sesuai syariat dan standar kesehatan, panitia melibatkan 41 Juru Sembelih Halal binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sudaryono juga menambahkan bahwa partisipasi masyarakat yang terus meningkat mencerminkan kondisi negara yang baik dan pertumbuhan yang positif.